NAIK BECAK DIKALA HUJAN

'Inilah si pengalaman pertama naik becak dikala hujan'

Gereja Jumat pertama sudah menanti. Inilah saatnya aku pergi ke gereja bersama nenekku. Biasanya aku tak perlu ke gereja bersamanya, namun hari ini tanggal merah. Tepatnya karena hari buruh.
Kami pergi ke gereja dengan becak yang sudah menjemput di depan rumah. Aku jarang sekali menaiki kendaraan beroda tiga yang terkadang empat ini. Kalau di kampungku, kebanyakan yang beroda empat. Mesinnya sudah diganti dengan mesin motor agar tarikannya lebih ciamis. Bagaimana dengan kampung kalian?
Ya. becak motor ini menjemput kami. Becak ini sudah menjadi langganan bagi nenekku. Hal itu dikarenakan kecelakaan setahun yang lalu dan menyebabkan tubuhnya tak kuat lagi untuk duduk tegap di motor.
Kami menaikinya. Cuaca sore ini agak mendung, namun tak kunjung turun hujan.
Beberapa menit setelah meninggalkan pagar rumah, aku mulai merasakan suatu hal aneh. Ya. Tiba-tiba saja turun hujan, rintik demi rintik. Si pak supir bentor--sebutan khas becak motor--langsung memarkir becaknya di pinggi jalan dan menurunkan juntaian plastik untuk menutupi bagian depan becak yang kami tumpangi. Ternyata becak memang sudah di desain dengan sempurna kurasa. Terdapan tiga buah paku yang ditancapkan di bagian bawah becak. Di sudut kanan, kiri dan tengah untuk mengaitkan tali yang sudah terpasang di ujung plastik agar bagian depan becak ini tertutup sempurna. Tak lupa juga ia memakai jas hujan mengetahui hujannya semakin deras saja detik demi detik.
Saat perjalanan berlanjut, aku mulai merasakan hal yang baru. Ya. Selama lima belas tahun lebih aku bernapas di dunia ini, baru kali ini aku menaiki becak dengan tirai plastik yang menutupi pemandanganku. Biasanya aku senang naik becak karena dapat merasakan sejuknya angin sepoi-sepoi yang datang ke arah wajahku. Tapi kali ini yang kulihat adalah selembar plastik yang warnanya agak butek--tak terlalu bening tak terlalu abu-abu. Plastik ini seakan membuat penglihatanku terhadap jalan raya menjadi editan video biasanya. terkesan hitam putih dengan sedikit pewarnaan jika mobil atau motor yang melaju di depan kami menyalakan lampu merahnya. Dan angin sepoi-sepoi yang biasa kurasakan itu hanya bisa terasa di ujung kakiku, mengingat ada beberapa sela yang sedikit lowong di bagian bawah becak.
Well, benar-benar pengalaman pertama naik becak dikala hujan yang tak terlupakan mungkin. Aku dapat mengingat begitu indahnya pemandangan jalan yang sedikit diganggu oleh titik-titik air yang menempel di bagian depan plastik. Sangat indah di mata seorang Erika.

Comments

Popular Posts